Minggu, 05 Januari 2020

Bandara Husein Sastranegara seperti “makam".


Pengalihan 13 rute penerbangan domestik dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Interasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, dinilai membuat angka kunjungan wisatawan ke Bandung semakin menurun.

Berdasarkan data yang ada, terdapat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Kota Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara mencapai 150 ribu orang. Pengaruh bandara tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap turunnya jumlah wisatawan terutama wisatawan nusatara (wisnus) ke Bandung.

Selain itu, berkuranganya angka kunjungan wisatawan ke Bandung yang sekaligus juga mengurangi tingkat okupansi hotel di kota tersebut adalah kemacetan dalam kota yang semakin parah. Meskipun penambahan infrastruktur menuju Bandung telah ditambah, namun minimnya pembenahan jalan dalam kota dianggap mengurangi kenyamanan wisatawan untuk berlibur di Bandung.

Untuk itu, Wali Kota Bandung Oded M. Danial menginginkan pemerintah pusat bisa meninjau kembali kebijakan operasional Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung.

"Tahun lalu, sekira 7,5 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung, sejak penerbangan dipindahkan ke Kertajati, sekarang (wisatawan) menurun," ujar Oded M. Danial di Pendopo Kota Bandung, Minggu 8 Desember 2019 lalu.

Oded M. Danial mengatakan, kini Bandara Husein Sastranegara seperti “makam". Bandara yang terletak di Jalan Padjajaran Kota Bandung tersebut kini nampak sepi dan tidak seramai dulu.

"Beberapa waktu lalu, saya turun di Husein Sastranegara, sangat sepi. Serasa di makam," ujarnya seperti dilaporkan Prfmnews.

Ia sempat berbicara dengan Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara Husein Sastranegara. Pengelola juga berharap, Bandara Husein Sastranegara tetap bisa beroperasi seperti dahulu. Selain pengelola bandara, Husein Sastranegara juga telah beroleh masukan dari pemangku pelaku industri pariwisata. Salah satunya, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Para pengusaha juga sangat merasakan dampak pengalihan penerbangan ke BIJB Kertajati.

Oded menegaskan, Pemkot Bandung sebenarnya terus berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Berbagai program dan kegiatan telah dirancang agar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
Kendati demikian, Oded menerangkan, kunjungan wisatawan tergantung berbagai aspek. Salah satunya aksesiblitas.

"Kalau akses ke Bandung terbuka, maka jumlah kunjungan wisatawan pun akan tinggi," ujarnya.
Selain meminta agar ada peninjauan ulang tentang pengalihan sejumlah penerbangan, Oded juga sangat berharap, pemerintah pusat segera menyelesaikan pembangunan tol Cisumdawu (Cileunyi–Sumedang–Dawuan). Sehingga akses dari BIJB Kertajati ke Kota Bandung dan sebaliknya bisa lebih mudah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar