Pengalihan 13 rute penerbangan domestik dari dan menuju
Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Interasional Jawa Barat (BIJB) di
Kertajati, Kabupaten Majalengka, dinilai membuat angka kunjungan wisatawan ke
Bandung semakin menurun.
Berdasarkan data yang
ada, terdapat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Kota
Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara mencapai 150 ribu orang. Pengaruh
bandara tersebut dinilai berkontribusi signifikan terhadap turunnya jumlah
wisatawan terutama wisatawan nusatara (wisnus) ke Bandung.
Selain itu,
berkuranganya angka kunjungan wisatawan ke Bandung yang sekaligus juga
mengurangi tingkat okupansi hotel di kota tersebut adalah kemacetan dalam kota
yang semakin parah. Meskipun penambahan
infrastruktur menuju Bandung telah ditambah, namun minimnya pembenahan jalan
dalam kota dianggap mengurangi kenyamanan wisatawan untuk berlibur di Bandung.
Untuk itu, Wali Kota
Bandung Oded M. Danial menginginkan pemerintah pusat bisa meninjau kembali
kebijakan operasional Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung.
"Tahun lalu,
sekira 7,5 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung, sejak penerbangan dipindahkan
ke Kertajati, sekarang (wisatawan) menurun," ujar Oded M. Danial di
Pendopo Kota Bandung, Minggu 8 Desember 2019 lalu.
Oded M. Danial
mengatakan, kini Bandara Husein Sastranegara seperti “makam". Bandara yang
terletak di Jalan Padjajaran Kota Bandung tersebut kini nampak sepi dan tidak
seramai dulu.
"Beberapa waktu
lalu, saya turun di Husein Sastranegara, sangat sepi. Serasa di makam,"
ujarnya seperti dilaporkan Prfmnews.
Ia sempat berbicara
dengan Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara Husein Sastranegara. Pengelola
juga berharap, Bandara Husein Sastranegara tetap bisa beroperasi seperti
dahulu. Selain pengelola
bandara, Husein Sastranegara juga telah beroleh masukan dari pemangku pelaku
industri pariwisata. Salah satunya, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau
PHRI. Para pengusaha juga sangat merasakan dampak pengalihan penerbangan ke
BIJB Kertajati.
Oded menegaskan, Pemkot
Bandung sebenarnya terus berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Berbagai program dan kegiatan telah dirancang agar menjadi daya tarik baru bagi
wisatawan.
Kendati demikian, Oded
menerangkan, kunjungan wisatawan tergantung berbagai aspek. Salah satunya
aksesiblitas.
"Kalau akses ke
Bandung terbuka, maka jumlah kunjungan wisatawan pun akan tinggi,"
ujarnya.
Selain meminta agar ada
peninjauan ulang tentang pengalihan sejumlah penerbangan, Oded juga sangat
berharap, pemerintah pusat segera menyelesaikan pembangunan tol Cisumdawu
(Cileunyi–Sumedang–Dawuan). Sehingga akses dari BIJB Kertajati ke Kota Bandung
dan sebaliknya bisa lebih mudah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar